Kamis, 01 Desember 2011

Si Tipis Blackberry Bellagio

Blackberry 9790 Bellagio menjadi perangkat termutakhir dari Research in Motion (RIM) di penghujung tahun 2011. Yang membuat kita bangga, Indonesia menjadi tempat peluncuran perdana Blackberry tersebut di dunia.

Dengan segala kecanggihan yang ditawarkan, Bellagio yang kadang disebut sebagai Blackberry Onyx III ini juga sempat menimbulkan kericuhan akibat antrian diskon 50 persen pembelian Bellagio di Jakarta pada Jumat lalu.

Terlepas dari kehebohan di luar perangkatnya, berikut review kehebohan di dalam perangkat Blackberry Bellagio


Paket Pembelian: Dalam paket pembelian, Blackberry Bellagio berisi 1 unit BlackBerry 9790, baterai original tipe JM-1, Handsfree, charger, kabel data microUSB, buku panduan bahasa Indonesia dan juga kartu garansi.

Desain Mewah
Bellagio memiliki ketebalan 11,4 mm, jauh di bawah pendahulunya Blackberry Onyx II / Bold 9780 (15 mm) atau Onyx I / Bold 9700 (14 mm). Beratnya pun hanya 107 gram, lebih ringan dari Onyx I (136 gram) dan Onyx II (122 gram). Jika ditaruh di saku, tidak akan kelihatan seperti sedang mengantongi ponsel. Bahkan saat digenggam, ponsel terasa ringan.

Dilihat sekilas, desain Onyx II tampak lebih mewah karena kesan stainless steel lebih mayoritas dibanding Bellagio. Tapi lekukan Onyx III di bagian bawah yang lebih dirampingkan membuatnya tidak kalah elegan.

Satu hal yang menarik, letak memori eksternal tidak di bawah baterai, sehingga memungkinkan mengganti atau mencopot kartu memori tanpa mencabut baterai.

Keypad: Susunan empat tombol di samping trackpad Bellagio dibuat secara terpisah dan dibuat lebih menonjol. Jajaran keypad Onyx III tampak lebih kecil sedikit dibanding Onyx II terutama keypad di bagian tepi, tapi keypad Onyx III jauh lebih empuk.

Layar: Ukuran layar Bellagio 2,45 inci, sedikit lebih besar dibanding Onyx II (2,44 inci). Resolusinya sama-sama 480 x 360 pixel. Namun yang membedakan adalah layar sentuh yang full capacitive di Bellagio.

Kamera: Resolusinya tidak ada perbedaan dengan Onyx II yaitu 5MP autofokus dengan LED Flash, cuma ada perbaikan dalam fitur pendukung seperti face detection, image stabilizationhingga mode in door atau outdoor. Sayang, video yang dihasilkan hanya mendukung VGA, belum HD recording.

Koneksi: Bila Blackberry jenis lain menempatkan colokan microUSB dan charger di kiri ponsel, maka Bellagio menempatkan colokan di sisi bawah ponsel. Sedangkan kiri ponsel hanya ditempatkan headset jack 3,5 mm. Di kanan ponsel, cuma ada tombol volume dan kamera. Di sisi atas, ada tombol kunci (lock).

Browsing: Bellagio sudah dibekali prosesor Marvel Tavor MG1 1 GHz, lebih tinggi dibanding pendahulunya dan lebih responsif dalam browsing. Namun ketika sering dipakai browsing, baterai tiba-tiba panas hingga menembus bodi ponsel belakang dan jajaran keypad di depan ponsel. Agar normal, baterai ponsel harus dicabut dan didiamkan sebentar.

Baterai: Baterai yang disertakan berkapasitas 1.230 mAh. Setelah dipakai selama seminggu, rata-rata baterai hanya bertahan maksimal 10 jam. Bahkan jika lumayan sering dipakai untuk telepon, social media dan mengetik email maka baterai hanya bertahan maksimal 8 jam.

Kelebihan:
Ringan, tipis, gampang ditenteng
Prosesor Marvel Tavor MG1 1 GHz (browsing lebih cepat, apalagi di jaringan 3G)
Kapasitas memori internal lebih longgar, 8GB
Layar sentuh capacitive
Keypad lebih empuk, meski ukurannya lebih kecil
Blackberry OS 7.0

Kekurangan:
Baterai hanya bertahan maksimal 8-10 jam
Video recording belum mendukung High Definition
Keypad yang kecil akan menyulitkan bagi pengguna dengan jari besar
Desain kalah mewah bila dibanding Onyx II
Harga Rp 4,6 juta, lebih mahal dari Onyx II tapi lebih murah dibanding Dakota

sumber : tekno.kompas.com

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More